![]() |
| https://www.deviantart.com/bombshell-claire/art/Broken-Home-751158620 |
Beberapa anak yang tumbuh dalam keluarga patah, mendefinisikan rumah yang katanya sebagai tempat paling nyaman, aman dan tentram hanyalah sebuah omong kosong.
Sebaliknya, bagi mereka yang hampir tiap hari menyaksikan gemelut konflik, percek-cokan, dan kekerasan di dalamnya, menganggap rumah sebagai tempat ramai namun mengerikan. Di dalamnya tersimpan jutaan kehampaan, kesedihan, ketidaknyamanan, serta kegelisahan. Seolah rumah tidak menjalankan fungsinya dengan baik.
Ruang keluarga yang normalnya difungsikan sebagai tempat menghabiskan waktu bersama, bercengkrama dan bersenda-gurau antar-anggota keluarga dengan suguhan-suguhan random pada layar televisi, sayangnya beralih fungsi sebagai tempat saling mengumpat dan beradu argumen dengan nuansa yang mencekam.
Ruang makan yang biasanya dimanfaatkan anggota keluarga untuk berbagi cerita dan hal-hal menyenangkan yang terjadi dihari itu dengan ditemani santapan sederhana khas rumahan, kini berubah menjadi arena perang. Barang-barang yang tertata rapi dipojokan ruangan jadi alat tempur dan berhamburan dimana-mana.
Dan hanya kamar tidur lah yang benar-benar menjadi tempat pelarian sekaligus menjadi area favorit untuk menghabiskan malam-malam panjang nan sunyi. Tangis yang tertahan serta gelap yang menyelimuti. Ruang kecil itu sejenak meredam segala amarah serta hiruk-pikuk yang terjadi di luarnya, walau bayang-bayangnya tetap tergambar jelas di memori.
Jadi? Masih kah pantas disebut sebuah rumah jika pada akhirnya hanya menjadi sebuah tempat penghasil luka?
