Untuk setiap doa yang kau langitkan di kala malam demi memohon keselamatannya. Untuk setiap air mata yang jatuh karena terlalu mencemaskan keadaannya. Untuk setiap sesak di dalam dada karena begitu merindukannya. Dan untuk setiap ketakutan dalam dirimu karena tak ingin kehilangannya, memohonlah maaf. Sekarang kau akhirnya sampai pada titik berhenti. Karena selama ini, di hatinya, kau hanyalah seseorang yang tidak memiliki tempat. Kau dipersilahkan masuk, namun sebagai orang asing yang diletakkan di ruangan paling usang, dan hanya akan dia cari ketika semua memilih pergi. Kau dibiarkan datang, hanya untuk melihatnya hilang dan kau dibiarkan tinggal hanya untuk ditinggalkan. Betapa kau merasa sulit ketika sadar mencintai seseorang tapi hatinya tak kau ketahui apakah bersemi untukmu atau untuk orang lain. Betapa kesulitan itu menghantuimu ketika kau sadar telah menyayangi seseorang tapi rasa sayangnya tidak kau ketahui apakah tumbuh untukmu atau pada orang lain. Seberusaha apapun dir...
Tempat menuangkan pikiran lewat tulisan