Untuk sepasang raga yang saat ini masih berjalan berdampingan, untuk sepasang tangan yang saat ini masih saling bergenggaman, dan untuk sepasang hati yang saat ini masih dipenuhi keyakinan untuk selamanya bertahan; berdoalah, semoga semua berakhir indah, semoga harapan-harapan tidak berujung patah. Namun, bila ternyata tetap bermuara pada pisah, bila ternyata tetap harus menutup kisah, pun berdoalah, semoga sama-sama diberi tabah.
Memang, tak pernah ada yang sederhana dari sebuah kehilangan. Selalu menyisakan banyak tangis, rasa sakit, dan rindu yang begitu pahit, terlebih di saat mengingat semua kenangan yang membuat dada semakin seolah tersayat.
Pernah, ketika dirimu merasa sedih dia yang selalu ada menjadi sudahnya, meredakan air mata hingga dirimu tersenyum dan baik-baik saja.
Ketika dirimu merasa bingung dia yang selalu ada menjadi tempat bercerita, memberikan lega hingga dirimu tak lagi resah.
Ketika dirimu merasa lelah bahkan tanpa diminta, dia yang selalu ada menyediakan pundak untuk dirimu merebah.
Kepadanya, dirimu menganggap dia adalah yang dirimu butuh di kala duniamu runtuh, dia adalah yang dirimu ingin di kala hatimu tak ingin pada yang lain.
Namun, dirimu hanyalah seseorang yang sedang disinggahi keyakinan dia terbaik untukmu, hanyalah seseorang yang sedang diselimuti harapan dia pantas menjadi milikmu, sementara takdir berkata dirimu harus merelakannya.
Meski perasaanmu masih ada, perlu dirimu pahami bahwa dia sudah tak lagi ada. Dia telah melangkah jauh mengikuti jalan yang sudah ditentukan oleh Tuhan. Dia telah bersama seseorang yang dipilihkan oleh Tuhan. Dia telah bertemu hati yang memang ditakdirkan untuknya oleh Tuhan. Dan itu bukanlah dirimu.
Sulit, berat, bahkan seakan tidak mungkin, tetapi yakinlah, dirimu pasti akan sampai pada titik itu walaupun tidak sekarang.
Dia baik untukmu, tapi Tuhan telah menyiapkan yang jauh lebih baik darinya. Dia pantas untukmu, tapi Tuhan telah menyiapkan yang jauh lebih pantas darinya.
Terkadang, Tuhan seakan-akan membuat sesuatu hilang seperti direnggut, padahal sebenarnya ingin digantikan dengan yang lebih patut.
Percayalah, Tuhan tak pernah ingkar. Yang dijanjikan untukmu akan ditepati suatu waktu. Namun yang tidak, akan disadarkan dirimu bahwa kau tak akan bahagia jika memilikinya.
Ikhlaskanlah! Dia telah berbahagia dengan takdir yang ditetapkan oleh Tuhan.
