Hai apa kabar? Bagaimana? Masihkah pantas jika aku berucap apa kabar? Meskipun hati terkadang berusaha keras untuk enggan menyapa, karena takut menimbulkan basa-basi yang berujung cerita. Walau sebenarnya lebih takut jika sapaanku kau anggap hanya angin lewat semata. Mungkin kau sudah sangat jauh, tetapi semoga saja tanpa sengaja kau membaca tulisan ini. Halo! Sudah sangat lama kita tidak saling menyapa. Setelah kau memutuskan untuk tidak membalas pesan terakhirku saat itu, akhirnya sampai detik ini aku tidak berani lagi untuk mengirimimu pesan. Apakah kau tahu sudah berapa paragraf kata yang kurangkai untuk sekadar menyapamu lewat pesan yang ujung-ujungnya tidak pernah kukirim? Bagaimana rasanya setelah kembali asing? Kurasa kau baik-baik saja. Dan sepertinya, kau sedang berbahagia dengan seseorang yang baru di sana. Entahlah, mungkin hanya firasatku saja. Semoga kau selamanya tetap membaik. Aku di sini juga sedang berusaha untuk tetap terlihat baik walau perasaanku masih tertari...
Tempat menuangkan pikiran lewat tulisan