Langsung ke konten utama

Postingan

Menampilkan postingan dari 2020

Bukan Rumah

https://www.deviantart.com/bombshell-claire/art/Broken-Home-751158620 Beberapa anak yang tumbuh dalam keluarga patah, mendefinisikan rumah yang katanya sebagai tempat paling nyaman, aman dan tentram hanyalah sebuah omong kosong. Sebaliknya, bagi mereka yang hampir tiap hari menyaksikan gemelut konflik, percek-cokan, dan kekerasan di dalamnya, menganggap rumah sebagai tempat ramai namun mengerikan. Di dalamnya tersimpan jutaan kehampaan, kesedihan, ketidaknyamanan, serta kegelisahan. Seolah rumah tidak menjalankan fungsinya dengan baik. Ruang keluarga yang normalnya difungsikan sebagai tempat menghabiskan waktu bersama, bercengkrama dan bersenda-gurau antar-anggota keluarga dengan suguhan-suguhan random pada layar televisi, sayangnya beralih fungsi sebagai tempat saling mengumpat dan beradu argumen dengan nuansa yang mencekam.  Ruang makan yang biasanya dimanfaatkan anggota keluarga untuk berbagi cerita dan hal-hal menyenangkan yang terjadi dihari itu dengan ditemani santapan sederh...

Mengejar Untuk Berhenti

  Sebelum akhirnya dirimu dipaksa berhenti mengharapkannya, sebelum akhirnya kau dipaksa memindahkan haluan juangmu dan sebelum akhirnya kau dipaksa merelakan seluruhnya, pernah ada sepotong kalimat yang kau ucapkan ketika dia berjalan memunggungimu, ketika kau melepaskannya dengan segala keterpaksaan, dulu.  Di hidupmu, dia pernah menjadi alasan kau menengadahkan tangan lebih tinggi dan bersujud lebih lama karena begitu berharap agar Tuhan mempersatukan kalian. Dia pernah menjadi alasanmu berusaha lebih giat dan berjuang lebih keras karena begitu ingin menjadi cukup di hadapannya. Dia pernah menjadi alasanmu tak peduli pada air matamu sendiri karena begitu ingin melihatnya tersenyum. Tapi, dia tak pernah memedulikanmu. Dia terlalu sibuk menyusun rencana untuk membersamai seseorang yang jelas-jelas mengabaikannya sekarang. Dia terlalu kencang berlari mengejar seseorang yang sekarang sudah tak ingin didapatkan olehnya. Dia terlalu erat berpegangan pada tangan seseorang yang bah...

Teruntuk Jodohku di Masa Depan

Hai apa kabar? Teruntuk kau yang suatu saat akan menjadi pendamping hidupku. Banyak pertanyaan yang ingin aku tanyakan kepadamu. Seperti sedang apa kau sekarang? Bagaimana sekolah atau kuliahmu? Atau kau mungkin sudah bekerja? Atau kau malah belum lahir? Atau kau bahkan dari belahan dunia lain yang tidak memahami bahasa tulisanku ini? Tidak masalah. Yang penting aku sudah menuliskanya. Urusan terbaca atau tidak, itu urusan belakangan. Bukankah sesuatu yang dilakukan dengan tulus, tidak harus menerima balasan? Begitu kata orang bijak. Saat aku menulis ini, usiaku baru memasuki 20 tahun. Usia yang katanya merupakan titik dimana kita mulai bertemu dan menghadapi kehidupan yang sesungguhnya. Usia dimana kita mulai memikirkan banyak hal. Tentang bagaimana kehidupan kita kelak atau bahkan siapa jodoh kita nanti.  Aku menulis ini dengan sadar, dan ingin berpesan kepadamu, yang suatu saat akan menjadi takdir untuk hidupku. Mungkin saat ini, kau sedang menempuh perjalanan panjang untuk mene...

Cerita Itu Untukmu

Mungkin kau pernah berada pada titik di mana kau tidak tahu lagi harus berbuat apa karena terlalu merindukan seseorang. Memasrahkan diri, menjatuhkan air mata, menyebut namanya dengan lirih dalam doa-doa penuh semoga. Kepada-Nya, kau memohon agar bisa menatapnya walau dari kejauhan. Memastikan apakah dirinya dijaga oleh seseorang yang tepat. Kau tak apa bila tidak bersama lagi, kau tak apa bila sudah terganti, kau tak apa dan kau baik-baik saja. Asal bahagia bisa selalu kekal di hidupnya, asal senyumnya bisa lebih indah dari di saat dia bersamamu. Walaupun kau mengutuk dirimu. Kau menyalahkan dirimu. Kau menyesali dirimu sendiri. Dulu, dia pernah mengatakan bahwa dia begitu mengagumi senja, maka kau menuliskan sebuah cerita, dan kau sematkan kata Senja di dalamnya, dan kau ceritakan segala tentangnya di sana. Agar ketika senja di langit telah pergi diam-diam, ada satu senja yang tak mengerti caranya tenggelam. Kau berharap bisa selalu menemaninya, tak kenal waktu. Walaupun sebenarnya k...