Halo! Halo, selamat datang di jurnal digitalku. Kamu sampai di sini berarti kamu ingin tahu tentang hidupku. Right? Sebelum melangkah terlalu jauh, aku hanya ingin menyampaikan bahwa ini hanyalah blog biasa. Isinya beraneka ragam, bisa berupa curhatan, umpatan, kekesalan, kesenangan, dan segala hal yang terjadi di hidupku, yang jarang kuceritakan ke orang-orang di sekelilingku. Jika kamu tertarik, silahkan baca bagian apa saja yang kamu inginkan. Namun jika tidak, tombol close ada di pojok kanan atas. Silahkan tutup, dan lanjutkan aktivitasmu. Menulis jurnal pribadi sebenarnya sudah lama aku lakukan, bahkan sejak SD. Alasannya sederhana: "karena tidak punya tempat untuk bercerita". Bagimu menyedihkan? Tidak juga. Aku hanya nyaman dengan menuangkan segala hal yang aku pikirkan lewat tulisan daripada harus membagikannya secara lisan ke orang-orang sekitar. Mungkin kamu mengira bahwa aku pemalu? Entahlah. Aku hanya nyaman dengan diriku sendiri. Aku menganggap bahwa di hidupku ti...
Pernah di dalam hatimu dipenuhi keyakinan bahwa seseorang yang selama ini bersamamu dan mendampingimu adalah takdir-Nya untuk hidupmu. Pernah juga kau begitu bersyukur telah dipertemukan dengannya yang kau anggap begitu baik, sampai kau merasa bahwa dia adalah seseorang berbeda yang bisa mengobati luka lamamu. Bahkan kau juga pernah segiat itu memantaskan diri demi untuk duduk bersanding di sebelahnya kelak dalam akad yang penuh harap dan semoga. Hingga kau pernah memohon doa di setiap sujud terakhirmu, agar apa yang kau aminkan adalah apa yang Tuhan izinkan untukmu, yaitu dirinya. Namun nyatanya, harapanmu yang penuh harap sepertinya tidak diharapkan olehnya. Seolah hanya di dalam hatimu saja keyakinan itu penuh, sedang di dalam hatinya terisi keraguan. Hanya kau yang bersyukur atas pertemuan dengannya, sedang dia tak merasakan apapun. Hanya kau yang berusaha memantaskan diri untuknya, sedangkan baginya bukan kau yang pantas mendampinginya. Dan hanya kau yang memohon doa di setiap suj...